Ditayangkan: Sabtu, 05 November 2016

Diperlukan Strategi Dalam Membangun Jejaring Kerjasama Internasional

 

Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan berpesan kepada seluruh unit di BPPT untuk mengetahui tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam sebuah perjanjian kerjasama, terlebih perjanjian internasional, jangan sampai perjanjian yang dibuat malah menguntungkan pihak tertentu saja, kala menutup acara Forum Kerjasama BPPT yang diselenggarakan di Komisi Utama BPPT, Gedung 2 BPPT, Thamrin, Jakarta (02-11-2016). Photo : SAS

 

Kerjasama merupakan faktor penting dalam mendukung visi dan misi BPPT sebagai pusat unggulan teknologi. Oleh karena itu  Biro Hukum,  Kerja Sama, dan Humas mengadakan Forum Diskusi Kerja Sama di BPPT.  (2/11)

 

Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan dalam sambutannya mengatakan acara ini dimaksudkan agar BPPT dapat membangun kerjasama kelembagaan dalam pengembangan kapasitas kerjasama yang sinergis dan intermediasi dengan stakeholder, terutama mitra internasional.

Informasi dan iptek menjadi komoditas yang sangat berharga dan sangat berpengaruh terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, adalah penting untuk membangun dan meningkatkan jejaring kerjasama.

 

Hasil kajian & penerapan BPPT berupa inovasi & layanan teknologi menurut Soni harus ditujukan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah, serta memberikan kemajuan bangsa dan negara Indonesia. “Oleh karena itu perlu sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak baik nasional maupun internasional”, paparnya.

Senada dengan Soni, Deputi Kepala BPPT Bidang PKT Gatot Dwianto memberikan apresiasinya terhadap adanya acara ini. Menurutnya, agar dapat menggaet kerja sama sebanyak-banyaknya dengan luar negeri atau pihak asing diperlukan strategi dalam membangun jaringan yang baik.

 

Sementara itu Kepala Bagian Kerjasama, Biro HKH BPPT Yanti Permatasari dalam laporannya mengatakan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan informasi terkini kepada unit kerja dilingkungan BPPT sebagai pendukung mekanisme dan prosedur khususnya mengenai kerjasama internasional.

 

Lembaga pengkajian dan penerapan teknologi tidak akan optimal kinerjanya bila melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi secara individu lembaga, diperlukan kemitraan sinergis dengan lembaga-lembaga lainnya untuk mencapai target kinerja optimal, tutup Yanti.

Sebagai informasi forum tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Sekretariat Negara, Direktur Politik Luar Negeri & Kerjasama Pembangunan Internasional, BAPPENAS, Direktur Perjanjian Ekonomi & Sosial Budaya Kementerian Luar Negeri, Wakil Presiden AIPI, Satryo Soemantri Brodjonegoro. (Humas/HMP)

Ditayangkan: Sabtu, 05 November 2016

BPPT Gelar Workshop Guna Mendukung Program Capacity Buildin

 

BPPT kembali mengelar workshop internal terkait kepemimpinan yang ditujukan kepada para Pimpinan Biro dan Pusat serta kepala Balai-balai unit kerja. Kepala Bagian Kerjasama, Yanti Permatasari dalam sambutannya menyebut bahwa Workshop Science & Technology Communication ini merupakan bagian program hibaj Uni Eropa ( EU ) - Indonesia Trade Cooperation Facility ( TCF ) yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah mencapai inisiatif reformasi pada perbaikan iklim investasi, di Grand Zuri Hotel BSD. (26/10)

Program ini dikoordinasikan oleh Bappenas dan dalam implementasinya dilaksanakan secara bersama oleh beberapa kementerian/Lembaga seperti : Ristekdikti dan BPPT,  Kementerian Perdagangan,  Kementerian Hukum & HAM,  Kementerian ESDM, serta BKPM yang dimulai sejak 2013 sampai dengan sekarang, terang yanti

Program TCF di BPPT berbentuk capacity building menurut Yanti bertujuan, untuk mendukung proses transformasi BPPT agar produk hasil inovasi dan jasa layanan teknologi di BPPT dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pengguna terutama industri guna mencapai visi dan misi BPPT dan diharapkan dalam workshop ini terjadi saling tukar menukar pengalaman, permasalahan, pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan mengkomunikasikan hasil inovasi dan layanan teknologi.

Lebih lanjut dipaparkan yanti bahwa Sejak tahun 2013 dalam rangka memposisikan BPPT secara nasional dan internasional memperkuat manajemen litbang, meningkatkan jaringan kerjasama litbang dengan stakeholder khususnya industri serta memperkenalkan atau mempromosikan hasil-hasil BPPT telah dilaksanakan berbagai program kegiatan dalam bentuk training, seminar, workshop dan visit.

Di kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Senior TCF bidang Teknologi dan Inovasi, Shaun Coffey, menuturkan mengenai latar belakang serta interaksi antara TCF dan BPPT , ini akan memberikan manfaat bagi kita untuk kegiatan ini.

Shaun juga menyampaikan dan menggambarkan mengenai landasan bagi kegiatan tersebut pada workshop ini.

Menurutnya, kita ingin bisa mengidentifikasi  proyek yang spesifik. Hal yang penting dalam merencakan proyek-proyek adalah paparan-paparan apa yang akan dicapai, apa outputnya, apa kegiatannya yang perlu di jalankan untuk bisa mencapai output serta keluarannya.

Dia juga menjelaskan, sumber-sumber daya apa saja yang di butuhkan untuk menjalankan proyek-proyek selain sumber daya yang sudah kita miliki saat ini.

Acara tersebut dihadiri sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing Balai, Biro serta Pusat dilingkungan Sekretariat Utama BPPT dimana perwakilan tersebut bertugas menangani dan berhubungan langsung dengan calon mitra dan stakeholder BPPT. (Humas/HMP)

Ditayangkan: Jumat, 04 November 2016

BPPT Pamer Drone Sriti dan Swamp Boat Pada Indo Defence 2016

 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka Indo Defence 2016 Expo & Forum, yang merupakan ajang promosi produsen peralatan pertahanan dan keamanan (Hankam), berskala internasional yang digelar dua tahun sekali.

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan bahwa teknologi pertahanan dan keamanan berkembang cepat dan semakin canggih. "Teknologi pertahanan telah memajukan dunia secara luar biasa," ungkap Jusuf Kalla di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (2/11).

Pada Indo Defence 2016 yang mengangkat tema Bolstering Defence Industri Coorperation‎ : Archieving a Global Maritime Fulcrum and Secure World ini, Wapres juga memaparkan bahwa penyelenggaraan pameran kemiliteran semacam ini bukan untuk mendorong terjadinya perang melainkan sebagai upaya untuk bersama-sama menjaga perdamaian dunia.

"Apabila bicara Indo Defence hari ini, bukan hanya untuk siap perang tapi lebih penting lagi menciptakan perdamaian dan menjaga keamanan masing-masing," jelasnya.

Lebih lanjut Wapres juga menyatakan rasa optimis akan stabilitas Hankam nasional. "Indonesia punya potensi. Kita harus siap. TNI kuat, Polisi kuat, didukung dengan teknologi Hankam yang mumpuni," kata Wapres di akhir pidatonya, yang disambung dengan penekanan sirine tanda dibuka nya Pameran Indo Defence 2016.

Dalam seremoni  pembukaan tersebut, Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pun turut ambil bagian pada Indo Defence 2016, dengan menampilkan inovasi Drone atau Pesawat Udara nir Awak Tipe Sriti dan Swamp Boat atau Kapal Rawa. Perekayasa Madya Pusat Teknologi Industri  Pertahanan dan Keamanan (PTIPK BPPT), Samudro, di stand pameran BPPT menuturkan bahwa Swamp Boat dan Drone Tipe Sriti sudah siap di produksi dan dimanfaatkan oleh TNI maupun Polri.

"Swamp Boat, Kapal Rawa inovasi BPPT sudah di produksi oleh mitra kerja BPPT dan sudah digunakan oleh TNI AL. Swamp Boat ini digunakan untuk patroli di sungai, rawa, wilayah perbatasan serta perairan tenang," jelas Samudro.

Selain Swamp Boat dan Drone Tipe Sriti, Samudro mengatakan PTIPK juga tengah menyiapkan Drone Alap-alap untuk masuk tahapan industri.  "Tahun ini harapannya Drone Tipe Alap-alap masuk industri, untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh TNI. Kita sudah kerjasama dengan industri lokal, expert dan desain dari BPPT serta kita juga siap mendampingi pelaksanaan pengujian," tutup Samudro. (Humas/HMP)